Model-Model Desain Sistem Pembelajaran


Berbicara masalah pendidikan tentu tidak dapat terlepas dari hal-hal yang berkaitan proses pembelajaran, salah satunya yaitu 'desain pembelajaran'. Komponen yang satu ini menjadi hal yang patut diperhatikan oleh semua kalangan yang berkecimpung di ranah pendidikan. Memperhatikan hal tersebut, kali ini bersekolah.com ingin memaparkan ulasan lengkap mengenai 'Model-Model Desain Sistem Pembelajaran'. 

Pengertian Desain Sistem Pembelajaran

Salah satu pakar pendidikan 'Gagne' mengungkapkan bahwa 'Desain Sistem Pembelajaran' disusun untuk membantu proses belajar peserta didik, proses belajar tersebut memiliki tahapan saat ini dan tahapan jangka panjang. Sementara Shambaugh dalam (Wina Sanjaya, 2009 : 67) menjelaskan tentang Desain Sistem Pembelajaran dengan pengertian sebagai berikut. 

"an intellectual process to help teachers systematically learners needs and construct structures possibilities to responsively addres those needs". 

(Sebuah proses intelektual untuk membantu pendidik menganalisis kebutuhan peserta didik dan membangun berbagai kemungkinan untuk merespon kebutuhan tersebut). 

Setelah memaparkan definisi mengenai Desain Sistem Pembelajaran, selanjutnya kami akan memaparkan Model-Model Desain Sistem Pembelajaran, berikut ulasannya:

Model-Model Desain Sistem Pembelajaran berperan sebagai alat konseptual, pengelolaan, komunikasi untuk menganalisis, merancang, menciptakan, mengevaluasi program pembelajaran, dan program pelatihan. Pada umumnya, setiap desain sistem pembelajaran memiliki keunikan dan perbedaan dalamlangkah-langkah dan prosedur yang digunakan. Perbedaan juga  kerap terdapat pada istilah-istilah yang digunakan. Namun demikian, model - model desain tersebut memiliki dasar prinsip yang sama dalam upaya merancang program pembelajaran yang berkualitas.

Dalam memahami model desain sistem pembelajaran perlu mengenal dan memahami pengelompokan model desain sistem pembelajaran. Menurut Gustafson dan Branch (2002) model desain sistem pembelajaran dapat diklasifikasikan menjadi tiga kelompok. Pembagian klasifikasi ini didasarkan pada orientasi penggunaan model, yaitu:

  • Classroomsoriented model
  • Product oriented model
  • System oriented model

Model pertama merupakan model desain sistem pembelajaran yangdiimplementasikan di dalam kelas. Model desain sistem pembelajaran keduamerupakan model yang dapat diaplikasikan unutk menciptakan produk dan program pembelajran. Model ketiga adalah model desain sistem pembelajaran yang ditujukan untuk merancang program dan desain sistem pembelajaran denganskala besar. Berikut ini deskripsi secara rinci dari ketiga model tersebut:


  • Model desain sistem pembelajaran yang berorientasi kelas (Classroomsoriented model)

Model ini ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pendidik dan pesertadidik akan aktivitas pembelajaran yang efektif, efisien, produktif danmenarik. Model-model desain sistem pembelajaran yang termasuk klasifikasiini dapat diimplementasikan mulai dari jenjang sekolah dasar sampai jenjang pendidikan tinggi.
Pendidik, widyaiswara, instruktur, dan dosen perlumemiliki pemahaman yang baik tentang desain sistem pembelajaran yang efektif, efisien, dan menarik.Penggunaan model berorientasi kelas ini didasarkan pada asumsi adanya sejumlah aktivitas pembelajaran yang diselenggarakan di dalam kelas dengan waktu belajar yang telah ditetapkan sebelumnya.
Dalam hal ini, tugas pendidik memilih isi/materi pelajaran yang tepat, merencanakan strategi pembelajaran, menyampaikan isi/materi pelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar.
Para pendidik biasanya menganggap bahwa model desain sistem pembelajaran pada dasarnya berisi langkah-langkah yang harus diikuti.Salah satu model desain sistem pembelajaran yang berorientasi kelasadalah ASSURE. Model ASSURE ini sudah dicetuskan oleh Heinick, dkk.Sejak tahun 1980-an dan terus dikembangkan oleh Smaldino, dkk. Hinggasekarang, adapun singkatan dari ASSURE sebagai berikut:
= analize learner (menganalisis peserta didik)
= state objectives (merumuskan tujuan pembelajaran)
= select methods, media, material (memilih metode, media, dan bahanajar)
= utillize media and materials (memanfaatkan media dan bahan ajar)
= require learner participation (megembangkan peran serta pesertadidik)
= evaluate and revise (menilai dan memperbaiki)

  • Model Desain Pembelajaran Berorientasi Produk (Product Orientedmodel)
Model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada produk, padaumumnya didasarkan pada asumsi adanya program pembelajaran yang dikembangkan dalam kurun waktu tertentu. Model-model desain sistem pembelajaran ini menerapkan proses analisis kebutuhan yang sangat ketat. Para pengguna produk/program pembelajaran yang dihasilkan melalui penerapan desain sistem pembelajaran pada model ini biasanya tidak memilikikontak langsung dengan pengembang programnya. Kontak langsung antara pengguna program dan pengembang program hanya terjadi pada saat proses evaluasi terhadap prototipe program. Model-model yang berorientasi pada produk biasanya ditandai dengan empatasumsi pokok, yaitu:

  1. Produk atau program pembelajaran memang sangat diperlukan,
  2. Produk atau program pembelajaran baru perlu diproduksi,
  3. Produk atau program pembelajaran memerlukan proses uji coba danrevisi,
  4. Produk atau program pembelajaran dapat digunakan walaupun hanyadengan bimbingan dari fasilitator.


  • Model Desain Sistem Pembelajaran Berorientasi Sistem (System Orientedmodel)
Model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada sistemdilakukan untuk mengembangkan sistem dalam skala besar sepertikeseluruhan mata pelajaran atau kurikulum. Implementasi model desainsistem pembelajaran yang berorientasi pada sistem memerlukan dukungan  sumber daya besar dan tenaga ahli yang berpengalaman.
Model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada sistem dimulaidari tahap pengumpulan data untuk menentukan kemungkinan-kemungkinanimplementasi solusi yang diperlukan untuk mengatasi masalah yang terdapatdalam suatu sistem pembelajaran. Analisis kebutuhan dan front-end analysis dilakukan secara intensif untuk mencari solusi yang akurat. Perbedaan pokok antara model yang berorientasi sistem dengan produk terletak pada tahap ataufase desain, pengembangan, dan evaluasi. Ketiga fase ini dilakukan dalam skala yang lebih besar pada model desain sistem pembelajaran yang berorientasi pada sistem.

Demikianlah ulasan mengenai Model-Model Desain Sistem Pembelajaran semoga dapat bermanfaat bagi anda.

Salam Hangat,
Bersekolah.com
PORTAL INFORMASI PENDIDIKAN

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Portal Informasi Pendidikan

0 Response to "Model-Model Desain Sistem Pembelajaran"

Posting Komentar