Pengertian dan Tipe Pengalaman Belajar (Learning Experience)


Kali ini bersekolah.com ingin menyuguhkan ulasan mengenai Pengertian dan Tipe Pengalaman Belajar (Learning Experience). Ulasan yang pertama yaitu mengenai pengertian pengalaman belajar, silahkan simak ulasan di bawah ini;


  • Pengertian Pengalaman Belajar (Learning Experience)

Pengalaman belajar (learning experience) adalah sejumlah aktivitas siswa yang dilakukan untuk memperoleh informasi dan kompetensi baru sesuai tujuan yang hendak dicapai. Ketika kita berfikir informasi dan kemampuan seperti apa yang harus dimiliki oleh siswa,maka pada saat itu juga kita semestinya berfikir pengalaman belajar yang bagaimana yang harus didesain agar tujuan dan kompetensi itu dapat diperoleh setiap siswa. Ini sangat penting untuk dipahami, sebab apa yang harus dicapai akan menentukan bagaimana cara mencapai.

  • Pengalaman Belajar Menurut Gagne

Menurut gagne (1991) ada delapan tipe pengalaman belajar dari pengalaman belajar yang sederhana sampai pada pengalaman belajar yang kompleks. Kedelapan tipe belajar itu dijelaskan sebagai berikut

  1. Belajar signal,yakni beljar melalui isyarat atau tanda. Pengalaman belajar ini merupakan pengalaman belajar yang paling sederhana, yaitu belajar bagaimana setiap individu mereaksi terhadap setiap perangsang yang muncul. Misalnya, seorang menjadi senang,sedih,gembira dan lain sebagainya itu disebabkan karena munculnya tanda atau signal tertentu. Melalui tanda-tanda tertentu individu akan mereaksi secara terus-menerus higga membentuk asosiasi tetap.
  2. Belajar mereaksi perangsang melalui penguatan, yakni pengalaman belajar yang terarah . Setiap individu merespons terhadap perangsang yang diberikan selalu diberi penguatan , misalnya dengan reward. Pengalaman belajar ini lebih tinggi tingkatannya dari sekedar belajar melalui isyarat , sebab pembentukan asosiosi difokuskan pada respons tertentu.
  3. Pengalaman belajar membentuk rangkaian (chaining), adalah belajar merangkaikan atau menghubungkan gejala atau faktor sehingga menjadi satu kesatuan rangkaian yang utuh dan fungsional. Belajar ini terjadi dengan munculnya stimulus lain setelah stimulus yang satu direspons. Dengan demikian , pengalaman , pengalaman belajar bersifat menjadi kompleks . misalnya, individu mereaksi setelah iya mendengar bel tanda sudah waktunya pulang , ia segera mengemas barang-barangnya ,lalu pulang ,ganti pakaian ,makan ,baca koran sore,dan lain sebagainya.
  4. Belajar asosiasi verbal ,yakni pengalaman belajar dengan kata-kata mana kala ia menerima perangsang. Misalnya diberikan stimulus tentang gambar segitiga, kemudian anak mengatakannya bahwa itu adalah gambar segitiga sama sisi. Membahasakan sesuatu melalui kata-kata akan lebih sulit dibandingkan dengan reaksi hanya melalui tindakan , oleh karena dituntut adanya kemampuan membahasakan bahwa “itu adalah kakek saya” kemampuan membahasakan bahwa “itu adalah kakek saya” akan dapat dilakukan manakala ia telah mengenal cirri-ciri kakeknya.
  5. Belajar membedakan atau diskriminasi, yakni pengalaman belajar mengenal sesuatu karena ciri-ciri yang memiliki kekhasan tertentu. Walaupun seseorang menghadapi objek yang sama tetap saja orang tersebut dapat membedakannya. Misalnya seseorang data membedakan mana itik dan mana ayam walaupun keduanya sama-sama unggas.
  6. Belajar konsep, adalah pengalaman belajar dengan menentukan cirri atau atribut dari objek yang dipelajarinya sehingga objek tersebut ditempatkan klasifikasi tertentu . misalnya pengalaman belajar dengan melihat sesuatu dari ukurannya ,dari warnanya ,dari bentuknya dan lain sebagainya. Seseorang dapat mempelajari manusia , dilihat dari keturunannya ,dari warna kulitnya ,dari suku bangsanya , dan lain sebagainya . setiap individu dapat mempelajari konsep bukan karena adanya asosiasi stimulus dan respons tapi karena adanya kemampuan mengabstrakan sesuatu.
  7. Belajar aturan atau hukum adalah pengalaman belajar dengan menghubugkan konsep-konsep. Pada pengalaman belajar ini siswa dirangsang untuk menemukan sejumlah prinsip atau kaidah melalui pengamatan dari setiap gejala. Misalnya bila logam dipanaskan ,maka logam tersebut dapat menghantarkan panas ,air akan berbentuk sesuai dengan tempatnya , pencampuran akan bisa dipercepat dengan secara pengadukan ,dan lain sebagainya.
  8. Belajar problem solving, adalah pengalaman belajar untukan memecahkan sesuatu persoalan melalui penggabungan beberapa kaidah atau aturan . pengalaman belajar pemecahan masalah ini merupakan pengalaman belajar yang paling kompleks, karena memerlukan kemampuan nalar untuk menangkap berbagai aturan atau hukum yang berkenaan dengan masalah yang ingin dipecahkan , sedangkan setiap hukum itu akan dapat dipahami mana kala tersusunnya sejumlah informasi yang diperlukan . oleh karena itu , kemampuan seseorang dalam memahami berbagai aturan , serta kemampuan nalar seseorang akan menentukan kecepatan dalam memecahkan suatu persolan.

Dari bebagai jenis pengalaman belajar yang telah dikemukakan di atas, maka tampak bahwa setiap pengalaman belajar itu sifatnya tidak bertingkat. Artinya kemampuan sesorang untuk belajar memecahkan masalah sangat tergantung pada belajar tentang hukum atau aturan dan pengalaman belajar aturan akan dapat dipengaruhi oleh kemampuan sesorang dalam belajar konsep dan seterusnya.

Demikianlah ulasan mengenai 'Pengertian dan Tipe Pengalaman Belajar (Learning Experience)', semoga dapat bermanfaat bagi teman-teman semua.

Salam Hangat,
bersekolah.com
PORTAL INFORMASI PENDIDIKAN

SUBSCRIBE TO OUR NEWSLETTER

Portal Informasi Pendidikan

0 Response to "Pengertian dan Tipe Pengalaman Belajar (Learning Experience)"

Posting Komentar